Rabu, 29 Mei 2013

Puisi dan Prosa Cinta untuk Sang Mujahid



saat aksara ingin meluah,perlahan iramanya menari...

membelai penggala mentari yang benderang
meruak kembali ingin untuk menuliskanmu puisi dan prosa cinta
mengalir seperti aliran darah membawa energi hingga ke sel-sel yang tersembunyi,
memesrai kembali gen-gen pewarna jiwa dan rasa
mada-mada rindu hentakan tust-tust keyboard
bak semilir angin yang berkelebat berhembus dalam setiap helaan nafas hidupku

tapi sayang wahai mujahidku ...itu bukan puisi dan prosa cinta untuk kita, seorang ibad yang penyebutnya adalah makhluk
puisi dan prosa cinta itu adalah jelujuran aksara dan rasa qolbun dari jiwa muthmainah untuk Yang Maha Indah
aliran irama syair bagi Pemilik Jiwa
puisi dan prosa cinta kita pada Sang Khaliq wa Mudabbir

genre aksara kita bukanlah genre aksara popular
tapi genre kita adalah genre pancaran kalimah syahadat
kita kan tuliskan puisi dan prosa cinta kita
dalam jelujuran aksara dan rasa,
aliran syair dan cerita,
untukNya
pada tiap aliran darah,
pada tiap helaan nafas hidup kita

cucuran darah kan menjadi warna indah pada tinta puisi dan prosa cinta kita
helain tarikan nafas menjadi rentak dalam pembuktiannya
Kita kan selalu menuliskanNya puisi dan prosa cinta, tautan irama jiwa yang tersungkur luruh
mengalir seperti aliran darah membawa energi
hingga ke sel-sel yang tersembunyi
berhembus dalam setiap helai helaan nafas kita

puisi dan prosa cinta yang menjadi sempurna saat aliran darah terhenti
saat hembusan nafas senyap ,
saat bahagia raga bersila di mimbar sang qudwah khotamal ammbiya
saat sempurna melihat wajahNya..

Bersediakah kau sayang....???? wahai mujahid hatiku penerus peradaban Islam

secarik warisan cinta dan rasa di penggala mentari untuk memesraimu dengan cara yang sangat sederhana, semoga kemilau pelangiharimu bercahaya dan penuh kebarokahan:)

Senin, 27 Mei 2013

Membangun Kemampuan Berfikir Pada Sang Mujahid

Bismillahirrahmanirrahim

Apakabar bunda sholihah?, semoga keberkahan menyertai para Bunda sholihah beserta keluarga dalam rangka menjalankan aktivitas selaku hamba Allah SWT :), * peluk dan kita saling bersalaman  ^-^ .

Di penghujung senja, ingin berbagi inspirasi kepada para bunda-bunda yang sholihah...., kali ini ingin  berbagi tentang 'bata' penguat apa   yang kami tananamkan kepada sang mujahid  dalam rangka membangun kemampuan berfikirnya pada lingkaran  ruang belajar ihs  yang kami jalani,  kesemuanya  di wujudkan dalam rangka mengoptimalkan pola berfikir sang mujahid sebagai salah satu komponen pembentuk kepribadian islam  dalam diri sang mujahid.

Bata penguat   yang menopang proses belajar sang mujahid ianya berupa sebuah metode pembelajaran yang  kami ambil untuk kami terapkan dalam ruang belajar kami  yaitu : 
  • Metode Aqliyah (Thoriqoh aqliyah)

Thoriqoh aqliyah kami gunakan dalam proses belajar sang mujahid, dalam rangka  untuk melakukan penilaian terhadap realitas atau fakta yang membentuk sebuah pemikiran atau kesadaran rasional (idrakal aqli) dari seorang ibad (hamba), Thoriqoh aqliyah berfungsi untuk mengetahui realitas suatu fakta  dengan jalan memindahkan penginderaan  terhadap fakta melalui panca indera ke dalam otak, disertai dengan sejumlah informasi  terdahulu (previous information) yang digunakan untuk menafsirkan fakta yg diindera, yang selanjutkan akan memberikan penilaian terhadap fakta tersebut.
contoh penerapan thoriqoh aqliyah kami gunakan dalam ranah proses pencarian jati diri sang mujahid yaitu  metode yang  kami tempuh untuk  menjawab pertanyaan  alami  yang keluar dari lisan sang mujahid seperti : bunda,aku dari mana?, Dimana Allah ?, dll. Nah disinilh kami selaku orang tua bagaimana  mengajak sang mujahid untuk berfikir sesuai level usia sang mujahid  agar sang mujahid dapat memahami  asal usulnya serta keberadaan (wujud) Allah selaku Al-Khaliq dan Al-mudabir (karena sang mujahid belum baligh), sehingga kemampuan mengakalnya (berfikir) belum sempurna,  untuk mejembataninya  kami mengajak sang mujahid dengan melakukan pengamatan fakta yang ada didepannya yang dapat mujahid idera seperti ketika melihat tumbuh-tumbuhan yang ada dipekarangan rumah dengan keanekaragaman warna, ketika sang mujahid melihat matahari   yang cuman satu yang timbul tenggelam bergantian dengan rembulan tidak mengalami tabrakan , dan ketika kami mengajak sang mujahid untuk melakukan pengamatan pada rambutnya baik yang di kepala maupun diwajahnya  dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda -beda seperti rambut bisa panjang, tapi alis dan bulu mata tidak bisa, padahal sang mujahid tidak ikut serta mengatur proses pertumbuhannya, betapa semua itu begitu teraturnya , dan semua itu tidak  hadir secara kebetulan tanpa ada yang menciptakannya serta sekaligus yang mengatur keberadannnya,... pengamatan demi pengamatan kami lakukan bersama sang mujahid berujung pada penemuan  kunci jawaban atas pertanyan alami yang keluar dari lisannya  tadi ,agar sang mujahid mengerti hakiki dirinya....,  yang kunci jawaban tadi  merupakan aqidah sebagai pondasi pijak sang mujahid dalam menjalankan aktivitas keseharian selaku hamba Allah, metode ini kami terapkan pada sang mujahid dalam ranah pencarian jati diri agar sang mujahid memiliki iman yang kokoh melalui thoriqoh aqliyah bukan iman warisan atau budaya  dengan metode dogma  yang berdampak pada agama hanya berfungsi dalam ruang ritual semata bukan untuk mengatur kehidupan sehari- hari.
  •  Talqiyan Fiqriyan
Bunda sekalian pasti sering dengar yah   kata  talqiyan  fikriyan * pede banget yak  :) bun , yang sering kami sebutkan dalam postingan kami sebelumnya yang  salah satunya bisa di baca disini , Apa itu talqiyan fiqriyan? ..., Talqiyan fiqriyan adalah suatu  metode pembelajaran  juga yang kami terapkan dalam lingkaran proses belajar ihs kami yang kami gunakan pada saat penyampaian ilmu pada sang mujahid  sebagai sebuah pemikiran /konsep, yang kami  wujudkan dengan menyatukan ilmu (informasi/maklumat) dengan realitas yg di indera oleh sang mujahid, proses penyampaian ilmu yang kami sampaikan kepada sang mujahid  di tujukan agar sang mujahid  memahami ilmu yang kami sampaikan  tersebut dan menggunakannya sebagai landasan sang mujahid dalam  bersikap dan berperilaku pada kesehariannya. Supaya ilmu yang kami sampaikan langsung adaptif dengan sang mujahid maka tak heti-hentinya dorongan motivasi kami berikan kepada sang mujahid agar sang mujahid  terdorong untuk mengamalkan ilmu yang didapatnya dari proses  pembelajaran di lingkran ihs kami.
salah  satu contoh penerapan metode talqiyan fiqriyan  kami lakukan pada proses belajar  sains secara fun learning  dalam rangka memahami konsep  gravitasi bumi dengan pendekatan fakta ' Balancing Acrobats'* (penyampaian ilmu ini tentu kami kemas sesuai level usia sang mujahid)
untuk memahami konsep gravitasi bumi  dalam sentuhan sains berbasis aqidah islam tentu kami mengawali nya   dengan  petunjuk risalah yaitu membacakan ayat al-qur'an yang berkaitan dengan   gravitasi  bumi yang termaktub dalam  QS . Al  Mursalat ayat 25-26. seperti pada gambar  dibawah ini .
Pembelajaran sains kali ini memahami karakteristik/ potensi dari benda (bumi) yang merupakan   ciptaan Allah SWT, dimana  salah satu khasiat (potensi) bumi  memiliki  garvitasi  yang berguna bagi manusia kalo dari makna ayat diatas bahwasannya bumi adalah tempat berkumpul ( kifaatan). penjelasannya bisa lihat gambar berikut ini
pelajaran sains kali ini terinspirasi dari buku  50 sciense things to make and do seprti gambar di bawah ini
adapun proses pembuatan alat peraga sains kali ini bisa dilihat pada gambar berikut :).


 
 Sungguh  mempelajari ilmu sains jadi sangat menyenangakan buat sang mujahid  yang masih kategori anak usia dini untuk memahami gravitsi bumi bila kita mampu menghadirkan realitas fakta yang terdekat  yang ada di depan sang mujahid dan melibatkan sang mujahid  dalam proses pembuatan alat peraganya, yang setiap proses percobaannya dapat mereka nikmati  dengan riang gembira, maka ilmu dengan mudah melekat dalam benak sang mujahid, dan mendorong mujahid untuk mengamalkannya . :) Itulah pemahaman yang diharapkan dalam metode talqiyan fiqriyan.


Demikian kisah inpirasi metode pembelajaran yang kami gunakan dalam keseharian ihs kami guna membangun kemampuan  berfikir sang mujahid , semoga bermanfaat buat yang lainnya ^-^.
salam hangat  :)
UA

Rabu, 22 Mei 2013

kisah kelana ruang belajar kami

Bismillairrahmanirrahim,
Bunda Sholihah, apa kabar ? semoga keberkahan menyertai para bunda sholihah :)* peluk Pagi ini ingin berbagi kisah kelana ihs kami :),.....
......dan hari itu , saat rumah menjadi madrasah......
maka segala pilar cinta mulai terpancang
 mengabur di satu titik asa 
dan lalu mengembara mengisinya dalam perpacuan as- sibaq....
Setiap keluarga yang telah memilih jalan hs, khususnya ihs( islamic homeschooling) tentu punya kisah kelana di balik titian proses nya menuju tujuan yang telah dipancang oleh masing-masing keluarga homeschooling.
Dan kisah kelana ihs kami dimulai....
Dengan meletakan sang mujahid perlahan, dengan sengaja dalam ruang belajar yang begitu luas yang tak sekedar berhimpum manis dalam satu ruang tertentu saling berhadapan dan mulai meluahkan aksara-aksara pakem doktrinitas, tapi kami menembus batas pintu, jendela yang semuanya kami biarkan terbuka, menyisakan luas tak berbatas, menyentuh hangatnya mentari,menyapa hembusan angin yang seringnya singgah, berdendang dan berkejaran pada semesta yang menghampar semuanya dalam rangkaian madrasah cinta mengajak sang mujahid 'iqro' membaca yang tak biasa . Membaca kauniyah yang tak harus diawalai dengan a-z maupun alif hingga ya sebagaimana mestinya, karena belajar ' iqro' , membaca semesta , kehidpun dan ianya sebagai manusia merupakan pembuka jalan untuk mengetahui sejatinya hakikat diri dari mana sang mujahid berasal,untuk apa sang mujahid ada di dunia, serta ianya berakhir pulang kemana?, beginilah rupa ruang belajar kami dari iqro kauniyah menuju proses pembelajaran peta kehidupan seorang hamba serta menghantarkan pendidikan sang mujahid didasarkan pada realitas yang di indera, mengindera realitas yang sebenarnya.
Dari peta kehidupan seorang hamba inilah yang kami jadikan pondasi untuk memulai kisah kelana kami , kemana ikhtiar cinta kami mulai untuk merekatkan sang mujahid sejalan dalam garisan Ridho-Nya, memahamkan sejalan dalam garisan Ridho-Nya pada sang mujahid kami mencumbui ruang belajarnya dengan kontemplasi yang sangat sederhana , bersama sang mujahid kami belajar mengukur, tentu di butuhkan alat ukur, yang popular sering disebut penggaris atau mistar, dalam mistar ada satuan penyebutnya agar bagi siapapun yang belajar mengukur berada dalam penyebut yang sama serta standart nilai yang diakui oleh semua bahkan semesta :),pun hal nya dengan seorang ibad (hamba),agar seorang ibad berada dalam keridhoan-Nya haruslah ada standart ukurnya bagi sang mujahid selaku siswa ihs pun ianya seorang ibad, alat ukur itu bernama hukum syara' yang berupa seruan Allah dan Rosul-Nya yang berkaitan dengan aktivitas seorang hamba, alat ukur tersebut melahirkan rupa-rupa nama hukum, ada wajib,sunnah, mubbah, makruh dan haram. Alat ukur untuk seorang ibad (hamba) bagi kami itu pelajaran yang sang peting untuk sang mujahid, agar seluruh amal, dan organ tubuh sang mujahid diarak menuju jalan ketaatan bukan lagi kemaksiatan, sebelum tiba masanya saat Allah SWT mengambil satu persatu nikmat-Nya, dibalik itu semua sang mujahid belajar rasa syukur yang mengakar atas setiap nikmat yang Allah SWT anugerakan atasnya, sebagai salah satu karakter pembangun jiwa dalam menjalani kehidupan ini. Dan ini lah salah satu cara yang ada dalam ruang belajar kami, dari konteplasi sederhana kami memahami standart Ukur Allah SWT (Baca: Hukum Syara') dan ini bagian dari proses membentuk pola aturan pada sang mujahid:).
Agar setiap proses pembelajaran menjadi begitu melekat , mengakar dalam jiwa dan keseharian sang mujahid, maka kami melakukan pembiasan yang berulang-ulang dengan entry point fakta /objek belajar yang berbeda namun mengarah pada maksud dan tujuan agar pelajaran sebelumnya begitu melekat. karena proses belajar yang kami hadirkan dalam ruang belajar sang mujahid adalah talqiyyan fikriyyan , semuanya dihadirkan untuk kesesuain konsep dengan realitas yang terdekat dengan sang mujahid agar sang mujahid mudah mengunyah perlahan demi perlahan proses belajar yang ditempuh dalam lingkaran madrasah rumah semuanya berbasis aqidah Islam
Sedang, bersama sang mujahid hanyalah penguat bunda dalam melangkah, membelah jalan selaku ummun wa rabbatul bait dan ummun ajyal menuju Ridho-Nya. Ya, penyejuk pandangan mata kami. Mujahidku, aset ku Untuk saling menguatkan hati, jiwa dan segala yang mudah lemah demi menjadi ahlul Jannah-Nya… berat ya nak , tapi itu impian sejati kita, bukan ? Dan ada sehlai pelajaran bila madrasah rumah kita menghendaki sesuatu yang lebih dari madrasah rumah lainnya, maka kunci pembuka jalan kesuksesan tersebut adalah madrasah rumah kita harus bersiap pula melakukan yang lebih dari madrasah rumah lainnya. mengoptimalkan ikhtiar cinta yang lebih keras lagi dari yang lainnya. Bertindak lebih cerdas lagi dari yang lainnya. Beramal lebih ikhlas dari yang lainnya..... going the extramiles nak yang harus kita tempuh, karena secara sunatullah kita pun akan mendapatkan yang biasa bila kita hanya melakukan sesuatu yang biasa -biasa saja. Bila kita melakukan yang luar biasa melayakan dan memantaskan diri menjadi Ahlul Jannah, insya Allah Allah SWT akan mendengarkan do'a-doa kita. Inilah salah satu rona belajar kami, kami berpacu dengan perpacuan fastabiqul khoirot yang tiada henti untuk melabur setiap rongga-rongga amal yang masih bercela.
Dan sering terselip dalam do'a- do'a bunda, bahwa engkau adalah salah satu dari begitu banyak pejuangNya. Nak, Tidak perlu begitu sangat hebat. Atau gemerlap. Cukuplah bagi bunda engkau seorang pejuang. Pejuang yang akan menguatkan kami Yang akan kami kuatkan hatinya. kita semua hamba, hanya sama-sama seseorang ibad yang tidak sempurna untuk selalu bergerak menuju titik itu ( Ridho-Nya).Begitu Banyakkah Ayah Bunda meminta mu? ........................................
Dengan cinta dan keberkahan , yang semoga Allah selalu menumbuhkan dirimu dalam lingkaran sang pejuang yang meninggikan kalimat-Nya . inilah sepenggal episode kisah kelana ruang belajar madrasah rumah kami semoga bisa saling menginspirasi :)

Minggu, 19 Mei 2013

Output Madrasah Rumah Kami (2)

Bismillahirrahmanirrahim,

Bunda sholihah apa kabar? semoga keberkahan menyertai para bunda sekalian dalam menjalankan aktivitas selaku hamba Allah SWT dimanapun para bunda berada .*peluk
Kali ini ingin melanjutkan tulisan terkait output madrasah rumah kami yang merupakan kelanjutan dari tulisan output madarasah rumah kami bagian 1 yang bisa dibaca disini ,Uraian output kali ini berkaitan dengan parameter atau nilai ukur dari point-point berikut :
  1. Faqih Fiddiin
  2. Berjiwa Pemimpin
  3. Terdepan Dalam Sain dan teknologi
Adapun parameter dari masing-masing point diatas :
  • Faqih Fiddiin : ananda menguasai pemikiran dan hukum islam dalam bidang yang ananda geluti, yang mengarah pada semua amal didasarkan pada ilmu, dalam rangka mewujudkan tabiat bahwasannya ananda harus terbiasa belajar dan berfikir terlebih dahulu sebelum beramal. Dimana ilmu menjadi lentera amal (petujuk amal) dan terus berproses agar ananda tidak mengikuti segala sesuatu hanya dipandang dari sosok figuritas semata (taqlid buta) tapi ianya mengikuti segala sesuatu didasarkan pada kesesuaian fakta dan kekuatan dalil (muqolid muttabi') seiring perjalanan penempaan serta kembara ilmu harapannya ananda bisa berproses menjadi seorang mujtahid mas'alah maupun lebih dari itu berproses menjadi mujtahid mutlak, tentu kesemuanya itu tak harus berasal dari rumah , orang tua pun bisa menghantarkan ananda pada pilihan 'guru-guru 'terbaik yang menghampar disemesta yaitu para 'mutiara-mutiara umat' untuk menopang penguasaan ilmu alat seperti, bahasa arab, ushul fiqih, ulumul qur'an ,dll. Yang intinya ananda belajar langsung dari sang maestro dari masing-masing ilmu alat tersebut.*karena emaknya masih terus belajar :)
  • Sedangkan untuk parameter dari character building yang harus dibagun dari diri ananda agar ianya memiliki karakter berjiwa pemimpin tentu membutuhkan bata-bata penguat dari karakter tersebut diantaranya mewujudkan kemandirian pada ananda,rasa tanggung jawab dalam menjalankan islam sebagai ad-diin yang di yakininya, teguh dalam mempertahankan islam ideologis yang menjasad didalam jiwanya, berani menolak kedzoliman, aktif melakukan edukasi ketengah-tengah umat agar umat mengambil islam secara kaffah yaitu sebagai sebuah ideologi (way of life), serta ditengah komunitasnya ananda mampu menjadi leader atau mampu mewarnai komunitas dengan kebaikan semata,yang kedepannya ananda cakap dalam memimpin keluarga, masyarakat, bangsa bahkan dunia.
  • Adapun terkait parameter yang harus dibangun dalam diri ananda agar ianya mampu dan terdepan dalam penguasaan sains dan teknologi diantaranya kita selaku orang tua menghantarkan ananda menjadi anak yang kreatif dan inovatif dalam melakukan pemenuhan sarana kehidupan yang dijalani oleh ananda, ananda mandiri dalam pemenuhan sarana keidupan bebas dari ketergantungan kepada pihak lain disebabkan ananda berjiwa produktif ,tidak konsumtif dalam pemanfaatan teknologi hanya diambil sesuai keperluan serta mampu secara mandiri mengembangkan teknologi untuk kemanjuan bangsa agar menjadi negara yang terdepan.
Untuk mewujudkan output madrasah rumah bagi kami tentu membutuhkan upaya dan kerja keras serta memohon pada Sang Penguasa Semesta raya yang jiwa-jiwa kami ada dalam genggaman-Nya agar diberikan kemudahan jalan untuk mewujudkan itu semua dengan mensinergiskan rancangan kurikulum ihs kami, selain kami orang tua adalah guru pertama dan utama tentu kamipun memfasilitasi ananda dengan maestro terbaik (soko guru yang berkualitas) dengan penguasan metode pembelajaran yang (talqiyan fikriyan),dan kami selaku orang tua entu berusaha senantiasa menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif,karena lingkuan merupakan bagian semesta yang mewarnai perjalanan tumbuh kembang ananda, serta apapun kebaikan yang ingin diwujudkan bila tidak di organisir dengan baik maka itu akan mudah 'menumbangkan asa yang telah terpancang' sehingga kami senantiasa belajar hari demi hari untuk mampu mewujudkan manajemen madrasah rumah kami dengan baik. semoga kita semua khususnya para orang tua yang memilih jalan IHS (islamic homeschooling) maupun HS secara umum bisa saling berbagi, menginspirasi untuk melesatkan potensi madrasah rumah sebagai bagian dalam rangka mewujudkan generasi unggul generasi cemerlang.
salam hangat dari beranda madrasah rumah :) ummu ammar

Senin, 06 Mei 2013

output madrasah rumah kami...(1)




Bunda sholihah , jumpa lagi dalam aliran aksara inspirasi beranda maya madrasah rumah  ihs-insanrabbanee ^-^ semoga kebaikan dan keberkahan menyertai keluarga  para bunda sekalian  *peluk,  kali ini ingin menuliskan serta berbagi  kelak dipenghujung jalan madrasah rumah kami kedepannya  inginnya seperti apa (output) keluaran dari islamic homeschooling ini ?.




Output islamic homeschooling tak lepas dari  ranah diskusi dari output generasi karena ianya menjadi satu bagian yang tak terpisahakan. Asa yang tertulis berbalut do'a dan ikhtiar dengan bungkusan tawakal serta memohon kekuatan dan pertolongan Allah SWT, adapun output ihs- insanrabbane dalam rangka mewujudkan kepribadian islam pada sang mujahid selaku siswa ihs -insan rabbanee.
Asa ini perlu kita definisikan dengan jelas agar tiada kekaburan di tengah jalannya , semoga yah :), kepribadian islam  (syakhsiyyah islamiyyah ) ianya adalah sosok muslim dimana pola berfikir serta pola sikapnya dilandaskan pada satu warna aqidah yaitu hanya Islam semata, bukan merupakan pencampuran antara islam dengan ideologi yang lainnya, agar ianya memiliki kekhasan pribadi yang unik :), agar warna nya unik bisa dibaca pada postingan kami sebelumnya yaitu warna  madrasah rumah kami...
Output madrasah rumah kami  meliputi beberapa point berikut ini:
  1. Berkepribadian islam (syakhshiyyah Islamiyyah)
  2. Faqih Fiddiin
  3. Terdepan dalam saintek (kreatif , inovatif, serta memiliki daya cipta yang tinggi)
  4. dengan menempa sang mujahid agar memiliki jiwa pemimpin.
Outup yang kita harapkan agar bertarget tentu perlu ukuran nilai agar  target yang kita inginkan terwujud secara optimal  atau tidak sehingga kitapun bisa melipatgandakan jalan ikhtiar  yang kita tempuh pada porsi yang tepat.
Adapun ukuran minimal  dari  komponen  pertama syakhsiyyah islam dalam hal ini pola berfikir islam (aqliyah islamiyah) antara lain:
  • sang mujahid mampu dengan tepat membedakan mana  perkara yang haq maupun perkara yang bathil.
  • sang mujahid memahami betulapa yang diperintahkan Allah SWT dan apa saja yang dilarang terkait aktivitas keseharian dari sang mujahid
  • Dan sang mujahid mampu menyelesaikan segala macam persoalan yang menghampirinya dalam kehidupan ini sesuai dengan hukum syara' (syariat Islam)
sedangkan untuk ukuran IDEAL dari pola berfikir islam (aqliyah Islamiyyah) adalah :
  • sang mujahid mampu menyelesaikan  persolan kehidupan yang mendera umat manusia dalam skala bangsa sesuai  hukum syara'  agar ianya terbiasa berfikir politik.
  • Dengan mengerahkan segena kemampuan jejak ikhtiar pada sang mujahid harapannya  ananda Ammar  mampu menggali sendiri hukum-hukum syara' langsung dari sumber dalilnya (Al-qur'an dam As- sunnah ) yang berujung pada terwujudnya sosok mujtahid pada ananda ammar
Untuk komponen kedua  dari syakhsiyyah islamiyyah yaitu pola sikap adapun ukuran minimalnya  adalah:
  • sang mujahid siap melaksanakan amalan yang wajib yang telah ditetapkan oleh syara'
  • ianya juga siap meninggalkan perkara  yang diharamkan oleh syara'
  • serta siap mengorbankan harta, waktu dan pikirannya untuk memperjuangkan kebenaran dalam rangka meninggikan kalimat  Haq di semesta raya.
dan adapun untuk ukuran IDEALnya dari  pola sikap adalah :
  • Sang mujahid bukanlah orang yang minimalis dengan mencukupkan diri melaksanakan amalan yang wajib -wajib saja, akan tetapi senantiasa terdorong melaksanakan yang sunnah, setiap ada kesempatan dimana saja dan dalam keadaan apapun.
  • Sang mujahid memiliki sikap wara(berhati-hati) dalam memilih perkara yang mubah (boleh-boleh saja) karena tidak semua yang mubah harus diamalkan tapi perlu dipilah dan pilih berdasarkan kemaslahatannya.
  • sang Mujahid tidak mencukupkan diri hanya menjauhi perkara yang haram saja, akan tetapi lebih dari itu bahkan perkara yang makruhpun ia hindari.
  • serta menjauhkan diri dari perkaraperkara yang syubhat
  • serta ianya mau menjadi penolong agama Allah SWT yang rela jiwa  dan raganya terkorbankan.
Sharing hari ini cukup sekian dulu ya para bunda sholihah ^-^.*afwan jiddan
Bunda sholihah  tulisan output madrasah rumah  kami,  sengaja akan saya tulis dalam 2 episode ^-^ (episode pertama berkaitan dengan   apa saja output madrasah ihs kami serta penjelasan dari syaksiyah islamiyyah beserta nilai ukurnya sedangkan untuk episode yang kedua  berkaitan dengan penjelasan  faqih fiddiin, terdepan dalam saintek serta berjiwa pemimpin), agar kitanya dapat sama-sama meresapi setiap aksara yang tertulis serta asa yang yang dinginkan dari keluaran madrasah rumah  dalam warna islamic homeschooling, sampai berjumpa di aksara inspirasi  berikutnya .

salam  hangat,
ukhtifiddiin
(UA) ^-^
Share